Manajemen Sekolah Bermutu

 Oleh : Fatiha Azha

Kelas : PAI 4A

A  Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen merupakan sebuah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Jadi manajemen sekolah itu artinya perencanaan program sekolah/ madrasah, pelaksanaan program sekolah/ madrasah, kepemimpinan kepala sekolah/ madrasah, pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi sekolah/ madrasah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserrta didik. Potensi tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Manajemen sekolah dan manajemen pendidikan mempunyai pengertian yang sama. Masing-masing memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. Secara khusus ruang lingkup manajemen pendidikan juga merupkan ruang lingkup bidang garapan manajemen sekolah. Manajemen sekolah merupakan proses mengelola sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sekolah agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Organisasi sekolah berjalan karena adanya konsep manajemen yang terstruktur. Manajemen dalam organisasi sekolah sering disebut dengan manajemen pendidikan. Jika manajemen dalam sekolah dapat terlaksana dengan baik, maka dapat meningkatkan mutu sekolah yang berkualitas. 

Manajemen Sekolah Bermutu merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Secara umum, manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan Pengambilan Kebijakan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (Pendidik, Peserta didik, kepala sekolah, karyawan, orang tua Peserta didik, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. Lebih lanjut istilah manajemen sekolah seringkali disejajarkan dengan administrasi sekolah.

Secara umum fungsi manajemen sekolah yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Adapun Tujuan Manajemen Sekolah Bermutu secara umum yaitu :

a.       Mutu pendidikan yang berkualitas yaitu melalui kemandirian sekolah dan inisiatif sekolah dalam megelola dan memberdayakan sumber daya yang ada

b.      Sinergitas warga sekolah dan masyarakat yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan Kebijakan bersama

c.        Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya

d.      Kompetisi mutu anatr sekolah yang sehat untuk barometer mutu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan saat ini.

Selain itu, Manajemen Sekolah Bermutu akan memberikan beberapa manfaat diantaranya:

a.       Sekolah dapat menyesuaikan dan meningkatkan kesejahteraan Pendidik dan tenaga pengajar sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai pendidik

b.    Memiliki keleluasaan untuk pengelolaan sumberdaya dan penyertaan masyarakat dalam berpartisipasi di sekolah, serta mendorong profesionalisme sivitas akademika yang ada disekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah

c.       Pendidik didorong untuk berinovasi

d.      Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.

B. Prinsip Manajemen Sekolah

Dalam mengembangkan sekolah perlu adanya Teori dan konsep yang matang dan terencana untuk digunakan dalam mengelola sekolah. Pengembangan tersebut didasarkan pada empat prinsip, yaitu:

a.       Equifinality, Prinsip ini berdasarkan teori modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa metode yang berbeda dalam pencapaian tujuan. Manajemen sekolah bermutu lebis menekankan fleksibilitas. Untuk itu sekolah wajib mandiri dan mengelola seluruh aktifitasnya bersama warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.

b.      Decentralization, Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinaltias. Prinsip ekuifinalitas yang dikemukakan sebelum mendorong adanya desentralisasi kekuasaan dengan mempersilahkan sekolah memiliki ruang yang lebih luas untuk bergerak, berkembang, dan bekerja menurut strategi-strategi unik mereka untuk menjalani dan mengelola sekolahnya secara efektif.

c.       Self-Management System, Manajemen sekolah bermutu perlu mencapai tujuan-tujuan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi terdapat berbagai metode-metode yang berbeda dalam mencapainya. Manajemen sekolah yang bermutu harus menyadari bahwa pentingnya mempersilahkan sekolah menjadi sistem pengelolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri. Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip desentralisasi. Ketika sekolah  menghadai permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri.

d.      Human Initiative, Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, melainkan dinamis. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia harus selalu digali, ditemukan, dan kemudian dikembangkan. Lemabga pendidikan harus menggunakan pendekatan human resources development yang memiliki konotasi dinamis dan aset yang amat penting dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

C. Garapan Manajemen Sekolah 

             Soepardi (Mulyasa, 2011:11) mengungkapkan bahwa "Garapan manajemen pendidikan meliputi bidang; organisasi kurikulum, perlengkapan pendidikan, media pendidikan, personil  pendidikan, Media pendidikan, personil Pendidikan, hubungan kemanusiaan dan dana finasial atau keuangan"

D.  Peranan Kepala Sekolah dalam Manajemen

Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan dan personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plant, dan perlengkapan serta organisasi sekolah.

Kepala sekolah berkewajiban menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru, staf, dan siswa, sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan. Ada tiga macam peranan pemimpin dilihat dari otoritas dan status formal seorang pemimpin. Dalam melaksanakan fungsinya, kinerja seorang kepala sekolah sering dirumuskan sebagai EMASLIM, singkatan dari Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, dan Motivator. 

E. Proses Penerapan Manajemen Sekolah

Penerapan Manajemen Sekolah dalam pelaksanaannya harus melibatkan seluruh pengelola pendidikan di sekolah yaitu kepala sekolah, Pendidik, komite sekolah, tokoh masyarakat setempat dan bahkan pakar pendidikan harus dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. Adapun beberapa Faktor Pendukung dalam Keberhasilan sebuah Manajemen Sekolah bermutu antara lain;

1.      Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang baik Manajemen sekolah bermutu akan berhasil apabila didukung oleh orang-orang yang memiliki kemampuan professional kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madrasah secara efektif dan efisien, serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar.

2.       Kondisi sosial, ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan Faktor dari luar berupa faktor eksternal akan ikut menentukan keberhasilan Manajemen Sekolah, seperti input peserta didik sebelumnya, kemampuan dalam membiayai pendidikan, kondisi tingkat pendidikan orangtua, dan lingkungan masyarakat sekitar, serta tingkat apresiasi dalam mendorong peserta didik untuk terus belajar.

3.       Dukungan pemerintah Faktor ini sangat membantu efektifitas implementasi Manajemen sekolah terutama bagi sekolah atau madrasah yang kemampuan orang tua/masyarakatnya relatif belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan. alokasi dana pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah atau madrasah menjadi penentu keberhasilan.

4.       Profesionalisme Faktor ini merupakan faktor yang sangat strategis untuk menentukan kinerja dan mutu sebuah sekolah atau madrasah. Tanpa profesionalisme kepala sekolah atau madrasah, Pendidik, dan pengawas, akan sulit memaksimalkan program manajemen sekolah yang bermutu tinggi serta prestasi peserta didik.

        Adanya manajemen sekolah bermutu diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah, Pendidik dan Peserta didik untuk melakukan inovasi pendidikan. Dengan adanya manajemen sekolah bermutu maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu, kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada Peserta didik, orang tua dan Pendidik, sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal, pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif, dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan.

F. Aspek-Aspek Manajemen Sekolah

 a.      Manajemen Kepegawaian

Manajemen kepegawaian sangat diperlukan dalam dunia pendidikan dan mendapat perhatian utama, karena masuk pada jobbing kerja sesuai dengan tuntutan kelembagaan. Jobbing yang sesuai akan menciptakan dan menumbuhkan kinerja pegawai yang optimal. Namun bila terjadi kesalahan jobbing, maka akan berpengaruh pada semangat kerja dan mendorong lemahnya kreativitas dan kinerja.

Manajemen kepegawaian adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, pengadaan, pengembangan, peningkatan kompetensi, pengintegrasian dan pengelolaan tenaga kerja yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama suatu organisasi secara efektif dan efisien.

b.      Manajemen Kesiswaan

Manajemen siswa adalah proses kegiatan yang direncanakKitan diimplementasikan secara berkelanjutan supaya bisa mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang digunakan.

c.       Manajemen Kurikulum

                Untuk mewujudkan hal tersebut maka keberadaaan kurikulum di suatu sekolah merupakan faktor utama selama aktivitas pembelajaran di sekolah berlangsung. Setiap peserta didik dalam mengikuti aktivitas pembelajaran berdasarkan kurikulum yang diterapkan pada sekolah tersebut. Kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Nasional yang mengacu pada falsafah dan cita – cita bangsa, perkembangan siswa, serta tuntutan dan kemajuan masyarakat.

d.      Manajemen Penilaian

Pihak manajemen sekolah menyusun program penilaian hasil belajar peserta didik ditujukan pada standar penilaian pendidikan yang dilakukan sesuai kalender akademik. Penilaian hasil belajar dilakspeserta didikan untuk seluruh mata pelajaran dan membuat catatan keseluruhan. Program penilaian hasil belajar ini hendaknya di evaluasi secara periodik yang didasarkan data kegagalan/kendala dalam melakaspeserta didikan program pendidikan. Manajemen sekolah menetapkan standar prosedur penilaian transparansi sistem evaluasi hasil belajaruntuk penilaian formal yang berkelanjutan. Setiap Pendidik mengembalikan hasil kerja siswa yang sudah dinilai dan memasukkan data penilaian pada system informasi manajemen penilaian. Penilaian yang dilakukan meliputi semua materi dan kompetensi pembelajaran yang telah dilaksanakan peserta didik dengan mengacu pada standar penilaian pendidikan.

e.       Manajemen Keuangan

                Manajemen keuangan merupakan serangkaian kegiatan lembaga yang terkait dengan pengelolaan keuangan, menggunakan keuangan, dan menyajikan laporan pertanggungjawaban untuk mewujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pengelolaan keuangan bisa dengan memanfaatkan dari berbagai sumber yang memang harus sesuai dengan prosedur baik yang berasal dari pemerintah,masyarakat ataupun bantuan operasional Sekolah.

                Sedangkan manajemen keuangan sekolah adalah seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan peserta didik sesuai dengan prosedur terhadap biaya operasional sekolah sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai. Di setiap sekolah pasti terdapat bagian keuangan yang mempunyai tugas mengelola sumber dana dan mengelola penggunaan dana. Dengan di kelolanya keuangan secara transparan, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan maka tujuan daripada organisasi pendidikan akan tercapai.

f.        Manajemen Aset

Manajemen aset yang merupakan seluruh rangkain kegiatan yang mengelola berbagai aset pendidikan agar selalu bisa digunakan pada proses belajar mengajar. 

Sumber :

Nurdiansyah, M.Pd. & Andiek Widodo, M.M. 2017. Manajemen Sekolah Berbasis ICT. Sidoarjo : Nizamia Learning Center.

Nur, Muhammad, dkk. 2016. Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan. Volume 4, No. 1.

Postingan populer dari blog ini

Peranan Media Pembelajaran